Kesimpulan :
Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan
Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (1982) ketika menjelaskan kebudayaan asli
Indonesia menyebutkan ada enam nilai, yaitu
a. Nilai Ekonomi ; tujuan untuk memakai atau menggunakan
benda-benda dan kejadian-kejadian secara efektif bagi kehidupan manusia
b. Niala Estetis; jika dikaitkan dengan masalah keindahan
c. Nilai Solidaritas : jika dikaitkan dengan
proses penghargaan dalam konteks interaksi dan komunikasi
d. Nial Kuasa; jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang
lain mengikuti norma dan nilai kita.
e. Teori; proses penilaian secara obyektif
mengenai identitas benda-benda dan kejadian-kejadian alam sekitar.
f. Agama; jika penilaian dihadapkan pada
masalah keagungan serta kebesaran hidup dan alam semesta.
Sudarma (2008) mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah praktek layanan
kesehatan dapat dilihat dari berbagai nilai sebagaimana yang dikemukakan oleh
STA tersebut yaitu :
Nilai Budaya dan Pelayanan Kesehatan
|
|
Sistem budaya adalah seperangkat pengetahuan yang meliputi pandangan hidup,
keyakinan, nilai, norma, aturan, hukum yang menjadi milik suatu masyarakat
melaui proses belajar, yang kemudian di acu sebagai pedoman untuk menata,
menilai, menginterpretasi sejumlah benda dan peristiwa dalam beragam aspek
kehidupan lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
Sistem sosial ialah proses belajar mengenali, menganalisis dan
mempertimbangkan eksistensi dan perilaku organisasi dan institusi sosial
kemasyarakatan dalam berbagai ranah kehidupan manusia. Peran manusia di sini
lebih dilihat sebagai makhluk sosial dan bagian dari kelompok kepentingan,
bukan sebagai individu.
Nilai budaya adalah bagian dari budaya. Sedangkan, budaya merupakan sebuah,
konsep lebih luas dari pada sekedar nilai budaya. Untuk itu, sebelum membahas
tentang nilai budaya ada baiknya kita bahas terlebih dahulu konsep tentang
budaya.
Budaya (kebudayaan / kultur) sering kali di artikan oleh beranekaragam arti
atau makna. Antara satu makna dengan makna yang lain dapat berbeda. Antara
orang awam dan akademisi pun dapat berbeda pendapat tentang arti budaya ini,
bahkan di antara akademisi mempunyai pandangan yang tidak sama. Kenyataanya
budaya memang adalah sebuah konsep yang bermakna serta beraneka ragam.
Orientasi nilai budaya menurut C. Kluckhon dalam karyanya
Variations in Value Orientation sistem nilai udaya secara universal menyangkut
lima masalah pokok kehidupan manusia,yaitu :
- Hakekat Hidup Manusia
-Hakekat karya Manusia
-Hakekat waktu Manusia
-Hakekat Alam Manusia
-Hakekat Hubungan Manusia
Pengamalan Pancasila, yang pada hakikatnya
pembangunan seluruh rakyat Indonesia. Maka pada dasarnya proses sistem sosial
budaya Indonesia selalu berkaitan denganpembangunan
nasional di mana ia berlangsung beriringan dengan pebangunan
nasional, bahkan kadang bisa mendahului pembangunan nasional agar masyarakat
dapat menerima pembaharuan sebagai hasil pembangunan nasional.[1] Setelah menyiapkan masyarakat agar
mampu menerima pembangunan, maka kemudian menyiapakan agar manusia dan
masyarakat dapat berperan serta dalam proses pembangunan nasional tersebut
dengan memiliki kualitas sebagai berikut:
· Tangguh
· Cerdas dan terampil
· Memiliki sifat
kebangsaan dan kesetiakawanan sosial
· Percaya pada diri
sendiri dan memiliki [harga diri]]
Karena pembangunan nasional yang selalu
beriringan dengan proses sistem sosial budaya Indonesia maka jika manusia atau
masyarakat ikut serta dalam pembangunan nasional mereka juga ikut berperan
serta dalam proses sistem sosial budaya Indonesia sehingga komunikasi akan terjadi di antara mereka
yang kemudian suatu hubungan dapat terjalin. Hal ini dapat menyebabkan dinamika
sosial terjadi yang akan menuju pada perubahan dan perkembangan pada masyarakat
tersebut yang ke arah lebih baik
Sistem sosial budaya Indonesia adalah sebagai totalitas nilai, tata
sosial, dan tata laku manusia Indonesia harus mampu
mewujudkan pandangan hidup dan falsafah negara Pancasila ke dalam segala segi kehidupan
berbangsa dan bernegara. Asas yang melandasi pola pikir, pola
tindak, [fungsi], struktur, dan proses sistem
sosial budaya Indonesia yang diimplementasikan haruslah merupakan perwujudan nilai-
nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, transformasi serta pembinaan
sistem social budaya harus tetap berkepribadian Indonesia
DAFTAR PUSTAKA
ainal Muttaqin.
2010. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Banten: Universitas Serang
Raya. hal 15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,27,28,29,30
Paul B. Horton. 1987.
"Sosiologi". Jakarta:Erlangga. Hal 246,247,248,249,250
George Ritzer.
2012. Teori Sosiologi. Yogyakarta:Pustaka Belajar. Hal
1031,1032,1033,1036,1037,1038
Koentjaraninggrat.
2009. Ilmu Antropologi. Jakarta: Renaka Cipta. Hal 288,289
George Ritzer.
2012. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana. Hal 505, 506, 507,
508, 509, 550,558,559, 560
